JAKARTA — Integrasi ekosistem Grab dan OVO menjadi motor penggerak utama pertumbuhan bisnis PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) atau Superbank.
Hingga April 2026, penyaluran kredit bank digital tersebut tercatat tumbuh sebesar 55 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), seiring dengan semakin kuatnya kolaborasi dengan kedua platform digital tersebut.
Pertumbuhan ini beriringan dengan penguatan posisi Grab sebagai pemegang saham mayoritas Superbank dengan kepemilikan lebih dari 50 persen. Langkah ini diyakini akan semakin memperluas jangkauan layanan keuangan digital bagi masyarakat Indonesia.
Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menyatakan bahwa dukungan dari ekosistem Grab memungkinkan perseroan menyajikan layanan perbankan yang lebih relevan dan mudah diakses.
"Kepercayaan Grab yang semakin besar terhadap Superbank merupakan validasi atas strategi pertumbuhan yang kami jalankan. Dukungan dari ekosistem Grab memungkinkan kami menghadirkan layanan perbankan yang lebih relevan, mudah diakses, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujar Tigor dalam keterangan resminya, Senin (8/6/2026).
Sejalan dengan ekspansi kredit, kinerja profitabilitas Superbank juga mengalami lonjakan signifikan. Selama empat bulan pertama 2026, perseroan mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp142 miliar, atau melonjak 1.529 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengungkapkan bahwa peningkatan kepemilikan saham Grab di Superbank mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap potensi pasar Indonesia dan pentingnya layanan keuangan digital.
"Bersama Superbank, kami akan terus menghadirkan inovasi dan memperkuat ekosistem yang memberikan manfaat nyata bagi mitra pengemudi, mitra UMKM, pengguna, dan masyarakat luas," kata Neneng.
Didukung oleh ekosistem Grab, OVO, serta pemegang saham lainnya seperti Emtek, GXS Bank, dan KakaoBank, Superbank berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan yang aman serta memperkuat inklusi keuangan di Indonesia.