BISNISTERKINI.COM — MNC Sekuritas bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan Ruang Galeri Investasi Digital di lingkungan Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Padang, Sumatra Barat. Peresmian berlangsung Rabu (2/9/2026) dan dihadiri jajaran otoritas pasar modal serta pejabat pendidikan setempat.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Budi Hermawan, Kepala OJK Provinsi Sumatra Barat Roni Nazra, Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumatra Barat Early Saputra, serta Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Padang Paul Chandra. Kepala Cabang MNC Sekuritas Padang Supardi turut mendampingi.
Investasi Dipahami Lebih Dalam dari Sekadar Jual-Beli Saham
Kehadiran GID ini merupakan respons atas kebutuhan siswa memahami pengelolaan keuangan di tengah penetrasi teknologi finansial yang masif. Wakil Ketua Badan Pengurus Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Padang, Hendri Gunawan, menekankan pentingnya fondasi literasi yang benar sejak dini.
"Kami tidak ingin anak-anak mengenal investasi hanya sebagai aktivitas membeli dan menjual saham. Yang jauh lebih penting adalah memahami value investing, pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab, portofolio, serta risiko investasi," ujar Hendri.
Ia berharap ruang ini menjadi sarana edukasi berkelanjutan, bukan sekadar seremoni. Para siswa nantinya bisa belajar membedakan investasi jangka panjang dan spekulasi, serta menyusun strategi alokasi aset sesuai profil risiko.
MNC Sekuritas: Ruang Belajar bagi Siswa Hingga Komunitas
Supardi menambahkan, fungsi galeri investasi tidak berhenti pada aktivitas perdagangan efek. Menurutnya, fasilitas ini idealnya berperan sebagai laboratorium pembelajaran bagi seluruh civitas akademika di Yayasan Kalam Kudus.
"Kami ingin Galeri Investasi BEI menjadi laboratorium pembelajaran investasi bagi para siswa, guru, komunitas, dan masyarakat di lingkungan Yayasan Kalam Kudus," kata Supardi dalam keterangan resminya.
Pembukaan ini menyambung tren ekspansi edukasi pasar modal ke institusi pendidikan. Bagi MNC Sekuritas, langkah ini juga menjadi sarana menjaring calon investor baru dari kalangan pelajar dan pendidik di Sumatra Barat.
Memperluas Basis Investor Sumatra Barat
Kolaborasi dengan yayasan pendidikan seperti Kalam Kudus diharapkan mempercepat peningkatan jumlah investor ritel di provinsi tersebut. Akses langsung ke data pasar, riset, dan materi edukasi kini tersedia bagi para siswa.
Inisiatif ini sejalan dengan dorongan OJK dan BEI untuk memperluas inklusi keuangan. Dengan keberadaan GID di sekolah, pemahaman tentang instrumen pasar modal—saham, obligasi, hingga reksa dana—diharapkan tumbuh lebih merata, tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.
Investasi mengandung risiko.